Humor: Senjata Rahasia Untuk Tingkatkan Kariermu

Tahukah kamu, 91% eksekutif perusahaan percaya bahwa humor punya peranan penting sehingga dapat membantu perkembangan kariermu. Pendapat ini didasarkan pada survei yang dilakukan Robert Half International, perusahaan konsultan manajemen di Amerika Serikat. Hal ini juga didukung oleh Michael Kerr, seorang pembicara bisnis internasional dan penulis buku The Humor Advantage: Why Some Business are Laughing all the Way to the Bank. Ia mengungkap, perusahaan retail dan penerbangan seperti Zappos dan Southwest Airlines menggunakan humor untuk bantu mengembangkan merek dan menarik, mempertahankan pegawai serta menarik calon konsumen (Forbes).

Namun sebenarnya apa humor yang dimaksud di sini? Bagaimana humor dapat meningkatkan kariermu? Dan yang terpenting, bagaimana cara meningkatkan selera humor? Untuk menemukan jawabannya, baca artikel ini hingga akhir, yuk!

Secara umum, humor dijelaskan sebagai kemampuan untuk mengungkap atau menerima hal yang lucu. Humor dipercaya dapat mengurangi situasi yang membuat stress atau canggung. Meskipun terdengar sepele, humor punya peran penting dalam hubungan sosial karena dapat mengurangi ketegangan hingga membentuk ikatan sosial (Psychology Today). Bahkan humor juga dapat membuatmu lebih produktif hingga akhirnya membuat kariermu meningkat, loh!

Menurut Lynn Taylor, penulis Tame Your Terrible Office Tyrant, humor yang dimaksud dapat membantu peningkatan karier adalah humor yang sifatnya cerdas dan sesuai dengan situasi kantor. Misalnya, humor yang sedikit mengungkapkan kekurangan diri dapat diterapkan seorang manajer ketika berinteraksi dengan anak buahnya untuk menunjukkan bahwa dirinya mudah didekati. Pasalnya ketika si manajer menunjukkan kelemahannya maka para anak buah akan lebih menghargai manajer karena dianggap berani menunjukkan sisi lemahnya yang rawan kesalahan selayaknya mereka sendiri (Forbes). Selain contoh di atas berikut WEWAW paparkan manfaat humor dan bagaimana ia membantumu dalam berkarier.

1. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif

Dalam bekerja, tentu kamu dihadapkan dengan berbagai situasi yang mengharuskanmu untuk memikirkan beragam ide atau solusi sehingga pekerjaanmu dapat usai. Dengan kata lain, berpikir kreatif menjadi keahlian mendasar yang diperlukan. Sayangnya, karena terus mendapat tekanan baik dari klien, kolega, atau atasan, terkadang kamu kesulitan melakukannya.

Ketika kamu melontarkan humor yang tepat, tingkat stres akibat tekanan yang kamu atau timmu alami dapat berkurang sehingga kalian bisa melihat situasi tersebut dari sudut pandang lain. Tentu ini dapat mendorong kamu untuk berinovasi karena berhasil memikirkan hal yang cukup berbeda dari sebelumnya. Setelah ide baru dikembangkan, presentasikan ide ini dan tunggu keputusan final dari atasan. Walaupun ide ini belum tentu diterima, setidaknya kamu dapat membangun suasana lebih nyaman dalam bekerja sehingga para atasan mungkin akan lebih memperhatikan keberadaanmu sehingga kamu menjadi kandidat yang dipertimbangkan untuk promosi jabatan selanjutnya.

2. Membangun Citra Positif di Kantor

Baik seorang pegawai baru atau pegawai lama, pasti keduanya ingin dianggap sebagai pribadi yang baik di kantornya bukan?

Lingkungan kerja yang beragam dan dinamis tentu menjadi tantangan untuk mewujudkannya.

Lewat humor, kamu seperti mendapat jalan pintas untuk disukai dan dihargai oleh atasan dan kolegamu.

Humor dengan tujuan yang baik dan tidak menyinggung golongan tertentu dapat membantumu meraih citra baik di kantor. Pasalnya kamu mengambil peran sebagai jembatan yang saling menghubungkan para kolega dari berbagai latar belakang berbeda. Selera humor yang baik membuat kamu berpotensi menjadi lebih disukai dibanding pegawai lainnya sehingga akan memudahkanmu dalam melakukan persuasi dan negosiasi secara etis dalam diskusi atau proyek.

3. Mencegah Burnout

Ketika di kantor, kadang kamu dihadapkan dengan berbagai kondisi yang muncul secara tiba-tiba sehingga rawan mengalami burnout. Sebut saja saat menghadapi klien yang kerap berubah pikiran, yang meminta pekerjaanmu untuk dirombak total dalam waktu singkat. Belum lagi saat rekan kerja yang tiba-tiba sakit sehingga beban kerjamu bertambah, ataupun saat para atasan yang cenderung lama dalam memberikan persetujuan akan usulanmu.

Jika kamu atau kolegamu berhasil melontarkan satu atau dua candaan seceara tepat, maka pikiran orang yang kamu ajak bicara dapat menjadi segar kembali dan terhindar dari kelelahan secara profesional. Dengan kata lain, burnout menjadi hal yang bisa dihindari sehingga bisa menghasilkan output kerja yang maksimal

Terdapat anggapan bahwa orang yang punya selera humor baik biasanya berkepribadian ekstrovert dan cenderung easy going ketika berinteraksi dengan orang lain. Padahal hal ini belum tentu benar! Humor adalah sebuah kemampuan atau skill. Maka apapun kepribadianmu, humor adalah sesuatu yang bisa diasah dan dipelajari sehingga dapat membantumu meraih tujuan, misalnya seperti promosi jabatan.

Waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari humor tentu tidak singkat namun selama kamu punya kemauan untuk belajar konsisten maka lama-kelamaan kamu akan menguasainya. Bukan begitu, WAWgirls?

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan selera humormu. Yuk disimak!

1. AMATI

Humor adalah sesuatu yang bersifat subjektif. Apa yang dianggap lucu olehmu belum tentu dianggap lucu oleh rekan kerjamu. Oleh karena itu, kamu perlu mengamati seseorang yang telah dikenal humoris atau pandai mencairkan suasana di kantor sehingga bisa lebih mudah menyeleksi humor yang akan kamu lontarkan. Kamu juga dapat menonton film, serial komedi, atau acara stand-up comedy. Misalnya, serial Friends dan stand-up comedy ala Raditya Dika atau Ernest Prakasa lewat kanal Youtube masing-masing.

Hal yang perlu kamu amati tentunya adalah candaan mereka. Tetapi jangan lupa perhatikan bagaimana mereka menyampaikan candaan tersebut. Perhatikan situasi mereka melontarkan candaan, nada suara yang digunakan, ekspresi wajah, serta bahasa tubuhnya. Pasalnya cara penyampaian humor sama pentingnya dengan humor itu sendiri. Jika kamu menyampaikan humor di waktu yang salah dan bernada sedih maka bisa saja malah respon negatif yang didapat.

2. EKSEKUSI

Setelah mengetahui apa-apa saja yang dianggap lucu dan cara penyampaiannya, kamu tak perlu menetapkan semuanya secara persis. Pilih topik yang menurut kamu juga lucu dan kamu percaya diri dalam menyampaikannya karena untuk apa melontarkan candaan jika kamu sendiri tidak nyaman dengan candaan tersebut? Ingat, upayakan agar leluconmu tidak menyinggung perasaan orang lain.

Untuk memudahkanmu membangun sebuah lelucon, kamu dapat menggunakan teknik character switch atau mendasarkan lelucon pada pengalaman pribadimu. Character switch bisa kamu gunakan ketika kamu dan kolega sedang saling berbagi cerita yang melibatkan setidaknya dua orang.

Di sini kamu disarankan untuk mengambil sedikitnya dua orang sebagai subjek lelucon dengan karakter yang sangat berbeda lalu menukar karakternya dan melakukan pengandaian bagaimana cerita tersebut akan berakhir jika karakternya berubah. Sedangkan lelucon berdasar pengalaman pribadi misalnya kamu menceritakan pengalaman lucu yang relevan kepada kolegamu sehingga leluconmu bersifat otentik. Pastikan juga bahwa bagian lucu diceritakan di akhir sehingga memberikan kesan kejutan.

3. BERANI & PERCAYA DIRI

Walaupun ada yang tidak tertawa ketika kamu melontarkan candaan, tidak perlu berkecil hati. Teruslah mengamati dan melontarkan humor pada orang-orang di sekelilingmu. Jika pada awalnya belum lucu dan kamu terus berusaha hingga akhirnya lucu, mereka malah lebih menghargaimu dan mengenalmu karena melihat perkembangan leluconmu dari yang mendasar hingga sangat lucu.

Layaknya keahlian lain, humor juga bisa usang jika tidak pernah diasah. Oleh karena itu kamu perlu terus melatihnya. Jika kamu takut leluconmu tidak lucu, coba lontarkan lelucon tersebut pada sekumpulan kecil orang dahulu dan pertimbangkan respon mereka sebelum akhirnya mengungkapkan lelucon tersebut ke orang yang lebih banyak.

Walaupun terkesan sebagai hal kecil, selera humor yang tepat dapat membantumu meningkatkan karier. Humor yang dimaksud di sini adalah humor yang cerdas dan tepat sasaran. Humor juga merupakan suatu keahlian sehingga bisa dilakukan baik oleh seorang ekstrovert maupun introvert.

Untuk bisa memiliki selera humor yang baik, kamu bisa mengawalinya dengan mengamati orang sekitar yang terkenal lucu. Selanjutnya coba rumuskan lelucon berdasar pengamatan tersebut dan mengemasnya dengan gayamu sendiri. Terakhir latih terus kemampuanmu dalam membuat dan melontarkan candaan hingga kemampuan berpikir kreatif meningkat, mendapat citra baik di kantor, serta mencegah burnout. Yuk coba terapkan langkah-langkah dari WEWAW supaya kamu dilirik untuk diberi promosi. :)

--

--

Women Empower Women At Work, a social community who helps Indonesia’s young women to pursue career & business ambitions.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
WEWAW Indonesia

Women Empower Women At Work, a social community who helps Indonesia’s young women to pursue career & business ambitions.